Perspektif

Tentang Impian

sumber : http://www.axltwentynine.com/image/article/pentingnyapunyaimpian.jpgsumber : http://www.axltwentynine.com/image/article/pentingnyapunyaimpian.jpg

Sebenernya saya pengen banget lanjutin Serial Avionics yang masih di pembuka part #1 itu, tapi apa daya masih bosen kalo suruh bahas soal itu. Hehe. Jadi maaf ya sobat Avionics, sementara break dulu, semoga nanti bisa dilanjut kalo sudah nggak bosen.

Ya, sekarang ini mau bahas tentang impian.

Kenapa saya bahas tentang ini ? karena akhir-akhir ini saya saksikan sendiri beberapa teman saya setelah lulus Alhamdulillah bisa gapai impian mereka. Ada yang masuk perusahaan multinasional sesuai yang jadi cita-citanya selama kuliah, ada yang masuk perusahaan BUMN, ada yang masuk ke pemerintahan ada yang wirausaha, ada yang lanjutin S-2, ada yang dapet beasiswa luar negeri dan impian-impian yang lain. Sebagai seorang teman, saya merasa bangga rasanya dulu pernah mengenal, berteman, makan bareng, rapat bareng dan apalah sama mereka yang luar biasa itu.

Nah, setiap orang hidup pasti punya banyak impian, cita-cita, dan harapan yang kelak ingin dicapainya. Pun saya sendiri juga punya impian-impian yang ingin saya kejar. Impian itu banyak banget macemnya, ada yang punya impian pengen jalan-jalan ke luar negeri, pengen jadi insinyur pesawat (ehemm), pengen jadi ilmuwan yang dapet penghargaan Nobel, pengen jadi pengusaha kaya raya, dan lainnya. Semua orang berhak atas impian mereka masing-masing, dan punya impian itu gratiss. So, berimpianlah setinggi mungkin sesuai imajinasi dalam diri sendiri.

Eiittss, ada tapinya…..

Impian setinggi-tingginya itu nggak ada yang berhak melarang, dan bahkan impian setinggi-tingginya itu malah bagus banget. Tetapi, perlu diingat, impian terbaik itu adalah impian yang direalisasikan atau diwujudkan. Kalo dulu saya pernah baca stiker Pemira di kampus, ada kata kata bagusnya, kurang lebih kayak gini

“visi tanpa eksekusi adalah mimpi di siang hari, eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk”

Nah itu dia, kalo kita punya visi (impian) tapi gak ada usaha buat mengeksekusi atau berusaha buat gapai impian itu ya sama aja kayak kita mimpi waktu tidur, cuma sekejap ngerasa seneng, pas bangun ternyata ya hilang semua. Abis itu besok mimpiin lagi, terus bangun dan ilang lagi deh. Kan gak seru namanya, lagi seneng-seneng nikmatin impian kok Cuma sebentar trus ilang kan.

Usaha, itulah kata kunci buat ngewujudin impian itu. Semakin tinggi impian yang kita pengenin, usahanya juga makin gede. Kalo kata Guru Fisika saya dulu, semakin tinggi kita pengen terbangin sesuatu, ya gaya angkatnya kudu semakin gede juga. Artinya, harus bawa lari secepet mungkin biar aliran udaranya makin cepet dan gaya angkatnya makin gede. Nah, itulah namanya usaha. Gak bisa kita Cuma duduk-duduk, nunggu barang itu terbang sendiri kali. Yaa kecuali memang ada keajaiban yang dateng itu baru bisa, hehe. Tapi inget lo keajaiban itu dateng peluangnya keciiiiil banget.

Kalo cerita dari temen-temen saya yang berhasil sama impiannya itu, usahanya gak karuan karuan lo. Ada yang berbulan-bulan belajar bahasa inggris, kursus ke sana ke sini buat dapetin skor TOEFL IBT/ITP sampe 600 biar masuk requirement beasiswa master di Eropa. Ada yang pengen berkarir di perusahaan Multinasional memulai karir dari perusahaan supplier, trus ke vendor, trus ke service, ke kontraktor dan kemudian deh baru masuk ke perusahaan Multinasional yang dia impi-impikan. Ada yang memulai usaha kecil-kecilan di kampus, trus makin gede, masuk ke supermarket, trus akhirnya sampe ke Nasional deh, kecapaian cita-citanya jadi seorang pengusaha. Nah, semua usaha itu nggak gampang lo, perlu semangat juang, pantang nyerah dan putus asa, gak gampang ngeluh kalo nemu kesulitan, dan yang penting adalah sabaar dalam perjalanan gapai impian itu.

Pada akhirnya, teman-teman saya yang keren itu berhasil menggapai impian mereka. Usaha hebat mereka terjawab oleh waktu. Nah, sapa pula yang paling seneng kalo udah dapetin apa yang diimpikan ? ya tentunya diri kita sendiri dong. Hasil yang dipetik itu sebanding sama usaha yang udah dilakuin. Uang yang dikeluarkan, keringat yang diteteskan, waktu tidur yang kesita, akhirnya terbayar sudah semuanya dengan kebahagiaan.

Kalo buat sobat pembaca sekalian yang mungkin sekarang kondisinya belom sesuai sama apa yang diimpikan, mungkin waktunya memang belom saatnya sekarang ini. Kalo belom saatnya ya mau gimana lagi, mau dipaksain gimana lagi, yaudah satu kuncinya ya itu S.A.B.A.R. Allah kalo belom ngasi sekarang itu artinya kita belom siap nerima itu, dan insya Allah, Allah bakal ngasi apa yang kita pengenin itu di waktu yang tepat nanti di saat yang terbaik. Tetap berbaik sangka aja sama takdir Allah. Tetap berusaha, diimbangi dengan doa terbaik atas impian-impian yang ingin diraih.

Kita semua nggak tau apa skenario dan rahasia Allah di masa depan nanti. Kalo niatan kita sudah baik, usaha terbaik sudah dilakukan, dan doa tak pernah henti selalu dipanjatkan, insya Allah balasan dari Allah adalah sebaik-baik balasan.

Sebesar apapun, setinggi apapun impian kita, langkah terberat awal yang harus kita lewatin adalah MEMULAI. Kalo gak segera dimulai sekarang, makin jauh dan makin lama impian itu bakal kecapai. Yuk, bagi yang belom memulai berusaha, kita bareng-bareng mulai usaha terbaik kita untuk menggapai impian kita. Hari ini saya sudah memulai satu langkah kecil untuk menggapai impian itu. Langkah kecil itu adalah membeli keyboard komputer. Lalu, impian apa yang ingin saya raih dari keyboard ini nanti ? ya, kita lihat saja nanti. :))

Semoga kita semua selalu dalam jalan terbaik untuk menggapai impian terbaik kita semua.

Aamiin.. :))

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s