Dirgantara

Kenalan Dulu… Serial Avionic #part1

Avionic
Gambar Panel Avionic (Sumber: FAA Handbook Advanced Avionics)

Alhamdulillah, masih diberikan kekuatan buat bikin tulisan lagi.  Dan, di tulisan ini saya mau cerita soal kerjaan yang udah saya ikutin selama kurang lebih 3 bulan ini. Ceritanya, di tempat kerja saya yang sekarang ini saya ditempatkan di bidang yang tetep nggak jauh-jauh sama dunia saya ketika kuliah, yaitu bidang AEI, (kepanjangan dari Avionics-Electrics-Instruments) di lingkungan produksi “burung besi”. Avionic itu ya mirip-mirip sama elektronika lah kalo pas jaman perkuliahan dulu, tapi spesifiknya ini di bidang pesawat. Kalo elektrik itu berhubungan sama distribusi listrik / power dari pembangkit di engine ke dalam tubuh pesawat. Dan instrumen itu ya yang berhubungan sama peralatan yang ada di dalam pesawat, tepatnya kalo yang keliatan di kokpit depan itu, tombol-tombol banyak yang dioperasikan sama pilot.

Nah, kalo dalam tulisan ini dibatesin dulu lingkup AEI nya, cukup di bidang avionic dulu kita kenalannya. Avionic itu sebenernya gabungan dari kata Aviation and Electronic. Avionic (dalam bahasa Indonesia disebutin Avionik), di wikipedia dikasi definisi berarti peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik yang dirancang untuk digunakan di pesawat terbang. Sistem avionic itu dibagi jadi tiga kelompok, yaitu sistem navigasi dan komunikasi, sistem laporan data dan sistem perekaman. Masing-masing kelompok itu ada alatnya, biar lebih sederhana, ini saya buatkan tabelnya :

Sistem navigasi dan komunikasi Sistem pelaporan data Sistem perekaman
Komunikasi HF (High Frequency) Radar Cuaca DFDR (Digital Flight Data Recording)
Komunikasi VHF (Very High Frequency) GPWS  (Ground Proximity Warning System) CVR (Cockpit Voice Recording)
ELT (Emergency Locator Transmitter) Mode S Transponder
DME (Distance Measurement Equipment) TCAS (Traffic Alert Collision and Avoidance System)
ADF (Automatic Direction Finder)
VOR/ILS/MB (VHF Omni Range/Instrument Landing System/Marker Beacon)
Radio Altimeter
GPS (Global Positioning System)

Soal pemasangan alatnya di pesawat, ini nih tempat-tempatnya :

CN235_1
Gambar pesawat CN235-220M buatan IPTN dan CASA Spanyol tampak atas (Sumber: CN235 -220M Operation Manual)
CN235_2
Gambar pesawat CN235-220M tampak bawah (Sumber: CN235-220M Operation Manual)

Sistem navigasi di pesawat punya fungsi yang sangat sangat mandatory, wajib ain lah pokoknya. Soalnya kalo di udara itu kondisinya udah 11-12 sama di hutan belantara, alias nggak ketahuan mana arah, dan mana tanah. Tapi tentunya jauh lebih bahaya kalo di udara, ada salah arah, bisa nyungsep ke tanah. Jadi, udah bisa ditebak kalo navigasi ini adalah cara penuntunan suatu perjalanan pesawat terbang dalam lintasannya dari titik pemberangkatan dia sampai titik tujuannya. Navigasi ini juga menyangkut penentuan posisi pada suatu saat terhadap suatu titik periksa, jarak terhadap suatu titik periksa, dan penentuan kecepatan dan arah lintasan.

Biasanya sistem navigasi itu dijalankan dengan memanfaatkan komunikasi, baik itu komunikasi dengan tower yang ada di bandara, atau stasiun lain yang mengatur lalu lintas udara. Dari komunikasi itu, pesawat waktu terbang bisa tau dimana dia terbang, ketinggian berapa, seberapa cepat, kemudian bagaimana dan kapan dia harus mendarat, dan lainnya. Peralatan navigasi lainnya yang sekarang ini sedang banyak digunakan adalah dengan memanfaatkan komunikasi satelit, yaitu GPS. GPS ini dipakai untuk menentukan posisi terbang pesawat saat ini, dan juga tujuan terbang ke posisi lattitude longitude berapa. Nantinya, sistem navigasi ini bakal erat berhubungan sama sistem auto-pilot pesawat.

Berikutnya, sistem pelaporan atau dalam bahasa inggrisnya adalah advisory system. Sistem ini maksudnya adalah memberikan data-data dan informasi yang dibutuhkan pesawat ketika sedang mengudara. Beberapa informasi penting yang harus diketahui adalah tentang cuaca, kondisi awan, dan lainnya. Masih inget kasus Adam Air dan AirAsia kan yang diperkirakan penyebab jatuhnya disebabkan cuaca buruk ? Nah, sistem ini lah yang seharusnya bekerja untuk memberitahukan pesawat tentang kondisi cuaca dan bagaimana mengatasinya. Ada juga informasi penting lainnya yaitu keberadaan pesawat lain yang juga sedang melintas di area yang sama. Tujuan informasi ini disampaikan adalah biar nggak terjadi tabrakan antar pesawat. Kan ayahab kalo informasi ini nggak didapetin, tiba-tiba ntar ada pesawat gitu yang melintas, tabrakan deh.

Kelompok terakhir, yaitu sistem perekaman, atau recording system. Sistem perekaman ini berfungsi buat merekam suara data data terbang suatu pesawat. Perekaman ini berfungsi banyaaak banget buat mengetahui gimana performa pesawat selama terbang. Dan, udah banyak orang tau pastinya kalo bagian perekaman ini juga dipakai buat mencari tau penyebab kecelakaan suatu pesawat. Nah, bahasa lazim nya ya kotak hitam itu lah piranti avionic yang berfungsi sebagai perekam ini..

Sumber: Avionic Management System (Materi Training Basic Aircraft IPTN untuk pesawat N250)

**bersambung dulu ya, nanti dilanjutin lagi lebih dalam di Serial Avionic #part2.

Silakan komen kalo ada yang mau menambahkan.

26 Maret 2015

Di pojokan Gedung AI lantai 3 Hanggar FAL Fixed Wing.

-anak baru yang lagi nggak ada kerjaan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s