Cerita

LPJ Menko Eksternal BEM KMFT UGM 2012 [Pendahuluan]

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

MENTERI KOORDINATOR dan KEBIJAKAN EKSTERNAL

BEM KMFT UGM “KABINET SINERGIS KONTRIBUTIF 2012”

Disusun Oleh:

DIDIK HARI PURWANTO

IMG_4825

I. PENDAHULUAN

Sajak Pertemuan Mahasiswa (WS. Rendra, 1979)

 Matahari terbit pagi ini

Mencium bau kencing orok di kaki langit

Melihat kali coklat menjalar ke lautan

Dan mendengar dengung di dalam hutan

 Lalu kini ia dua penggalah tingginya

Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini

Memeriksa keadaan

 Kita bertanya:

Kenapa maksud baik tidak selalu berguna

Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga

Orang berkata: “kami ada maksud baik”

Dan kita bertanya: “maksud baik untuk siapa ?”

 Ya!

Ada yang jaya, ada yang terhina

Ada yang bersenjata, ada yang terluka

Ada yang duduk, ada yang diduduki

Ada yang berlimpah, ada yang terkuras

Dan kita di sini bertanya:

“maksud baik saudara untuk siapa ?

Saudara berdiri di pihak mana ?”

 Kenapa maksud baik dilakukan

Tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya

Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota

Perkebunan yang luas

Hanya menguntungkan segolongan kecil saja

Alat-alat kemajuan yang diimpor

Tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya

 Tentu kita bertanya:

“lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”

Sekarang matahari semakin tinggi

Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala

Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya:

“kita dididik untuk memihak yang mana ?

Ilmu-ilmu diajarkan di sini

Akan menjadi alat pembebasan

Ataukah alat penindasan ?”

 Sebentar lagi matahari akan tenggelam

Malam akan tiba

Cicak-cicak berbunyi di tembok

Dan rembulan berlayar

Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda

Akan hidup di dalam mimpi

Akan tumbuh di kebon belakang

 Dan esok hari

Matahari akan terbit kembali

Sementara hari baru menjelma

Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan

Atau masuk ke sungai

Menjadi ombak samodra

 Di bawah matahari ini kita bertanya :

“Ada yang menangis, ada yang mendera

Ada yang habis, ada yang mengikis

Dan ada maksud baik kita

Berdiri di pihak mana !”

Mahasiswa adalah pemuda yang sarat akan idealisme tinggi. Mahasiswa merupakan masa muda yang haus akan pengetahuan tentang kehidupan. Dan mahasiswa adalah masa dimana keberpihakan akan dilandaskan, karena memang keberpihakan adalah keniscayaan. Mahasiswa juga merupakan tahapan dalam kehidupan dimana seseorang dapat menuangkan pemikiran kritisnya dan berkarya sesuai dengan pemikiran dan arah gerak prinsipnya. Adalah suatu anugerah yang besar bisa menjadi seorang mahasiswa di Indonesia dimana hanya kurang dari 4% dari keseluruhan warga negara ini yang mampu menikmati status mahasiswa. Segala puji bagi Allah, Sang Pencipta Alam yang telah memberikan status mahasiswa kepada kita semua.

Status mahasiswa yang demikian istimewa kemudian bukan menjadikan kita takabbur dan berbangga diri semu. Status mahasiswa dalah sebuah amanah yang mendorong kita untuk bisa memberikan timbal balik kepada orang-orang yang secara tidak langsung juga memberikan kontribusi mengangkat status kita sebagai mahasiswa. Siapakah orang-orang itu ? ya, tidak hanya kedua orang tua kita yang yang membiayai perkuliahan kita, tapi juga seluruh rakyat Indonesia melalui pembayaran pajak untuk APBN Indonesia yang dialokasikan ke pendidikan. Oleh karena itu, status mahasiswa adalah status untuk batu loncatan kita mampu memberikan kontribusi dan balasan terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat.

Dunia memang sebuah lembaran pemikiran yang penuh alibi dan kamuflase semu. Setiap waktu berjalan tidak pernah lepas dari konspirasi-konspirasi keberpihakan menuju arah tertentu. Bisa jadi ketika kita sudah merasa keberpihakan pada masyarakat luas, namun ternyata kita hanya berpihak pada kelompok atau individu tertentu. Pun sama dengan seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa harus memiliki keberpihakan. Tidak pernah ada sesuatu yang netral di dunia ini, karena berpihak adalah keniscayaan. Pada masa mahasiswa inilah kemudian perjalanan hidup manusia akan ditentukan, kepada siapa ia akan berpihak, dan kepada siapa hidupnya akan diserahkan. Apakah kepada kemaslahatan umat, ataukah hanya kepada ambisi-ambisi pribadinya ?! semua dikembalikan kepada diri masing-masing.

BEM KMFT UGM sendiri merupakan sebuah wadah dimana mahasiswa Teknik bertemu dan bergerak bersama untuk perbaikan menuju masa depan Indonesia yang lebih baik. BEM KMFT UGM bergerak sesuai dengan visi yang diangkat oleh Yanuar Rizki Pahlevi sebagai Ketua Umum tahun 2012 adalah mewujudkan Fakultas Teknik yang sinergis, bergerak dalam perbaikan menuju kejayaan Indonesia. Dalam hal ini, gerak yang dikembangkan BEM KMFT adalah gerakan kolektif yang berlandaskan pada sinergitas dan pemberdayaan potensi kelembagaan. Dalam lembaga inilah mahasiswa belajar tentang keberpihakan dan kontribusi, kepada siapa kita harus melandaskan keberpihakan dan berkontribusi untuk perubahan. Tidak hanya dilatih dalam pola pikir saja, akan tetapi langsung pada praktik ke lapangan tentang kontribusi itu sendiri. Kalau kontribusi tidak kita mulai sekarang, kapan lagi ?! karena kita tidak pernah tau kapan nafas kita akan berhenti.

Mengawali masuk pada lembaga ini di Departemen Kajian Strategis pada tahun 2009 dan hingga akhir tahun 2012 ini akan lengser dari jabatan Menko Eksternal merupakan suatu perjalanan panjang yang penuh dengan pelajaran berharga yang mungkin tidak akan pernah saya temukan dalam hidup saya ketika tidak bergabung dengan BEM KMFT UGM. Tidak pernah terpikir sebelumnya ketika pertama kali masuk di BEM KMFT, saya bisa bertahan sampai kurang lebih 3,5 tahun, dan menjadi generasi 2009 terakhir yang ada di struktural BEM KMFT bersama 3 orang hebat lainnya, Yanuar Rizki Pahlevi, Bentar Cucu Samibuti, dan Alifa Nabila. Keberadaan untuk bisa berkontribusi bersama sampai akhir periode inilah yang sangat saya syukuri hingga saat ini.

Menempati posisi sebagai Menko Kebijakan Eksternal BEM KMFT UGM sebelumnya tidak pernah ada dalam rancangan hidup saya. Amanah sebagai Kepala Departemen Kastrat pada tahun 2011 lalu, saya kira adalah amanah terakhir saya di BEM KMFT, dan selanjutnya saya akan fokus pada perkuliahan. Namun, pada awal periode 2012 ternyata panggilan kontribusi lebih lanjut di BEM KMFT datang ketika Yanuar diangkat menjadi Ketua Umum 2012. Ya, gimana lagi, ketika amanah untuk kebaikan datang, dan saat ada 100 alasan untuk menolak, maka akan ada 1000 alasan lain untuk menerima. Sehingga, pada akhirnya saya menerima amanah ini.

Amanah sebagai Menko Eksternal menjadikan satu resolusi baru yang kemudian saya rancang di tahun 2012 ini. Belajar dari para Menko Eksternal pendahulu, saya berharap peranan Menko Eksternal tahun 2012 akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Sedikit menjadi sebuah beban menduduki posisi yang notabene dihuni orang-orang hebat di BEM KMFT pada periode sebelumnya sekelas Septyan Bayu Anggara (Kastrat – PWK ‘08), Dimas Agil Marenda (Sosmas – TE ’07), Rendy “C-Kink” Sahid Syaifullah (Kastrat – TN ’06), Dede Miftahul Anwar (Kastrat – TF ’06). Namun, setiap periode memiliki karakter pergerakan masing-masing, dan pada periode kepengurusan 2012, inilah karakter Menko Eksternal yang saya bawa sesuai dengan karakter saya dan mengacu pada arahan kerja dari Ketua Umum dan visi BEM KMFT 2012.

to be continue… [Idealita]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s