Cerita

LPJ Menko Eksternal BEM KMFT UGM 2012 [Evaluasi, Rekomendasi, Penutup]

V. EVALUASI DAN REKOMENDASI

Secara keseluruhan, program kerja yang dijalankan oleh Menko Eksternal 2012 sesuai dengan arahan dan visi misi BEM KMFT 2012. Amanah pekerjaan yang diberikan oleh Ketua Umum pada awal kepengurusan, untuk menjaga hubungan baik dengan lembaga mahasiswa di luar Fakultas Teknik sudah terlaksana dimana sampai akhir periode kepengurusan lembaga ini. Tidak ada insiden ataupun perselisihan yang terjadi dengan lembaga luar sehingga memutus tali silaturrahim dan kerjasama. Kalaupun pernah terjadi crash ataupun kesalahpahaman, semuanya sudah terselesaikan dengan baik, sehingga kerjasama yang lebih baik dapat dilakukan lagi pada periode berikutnya.

Pola hubungan BEM KMFT dengan lembaga mahasiswa di luar Fakultas Teknik, sudah terlaksana dengan baik. Cara pandang dan sikap yang proporsional serta berusaha tidak mengkotak-kotakkan kelompok tertentu merupakan modal berharga BEM KMFT 2012 untuk berpihak dan bertindak secara adil terhadap semua lembaga mahasiswa. Pada lembaga mana kebaikan itu ada, maka BEM KMFT akan ikut bersinergi bekerjasama. Bukan atas dasar keuntungan pribadi, profit, atau yang lainnya, namun dasar semuanya adalah karena kebaikan dan kebenaran. Itulah prinsip dasar hubungan kerjasama BEM KMFT pada periode 2012 ini.

Dalam kepengurusan 2012, pernah dua kali tercatat BEM KMFT gagal dalam menjalin relasi dengan institusi di luar UGM, yaitu Swaragama dan BIZNET. Keduanya disebabkan kesalahpahaman yang sama, yaitu missed communication dari pihak Swaragama dan BIZNET sendiri. Pertama, untuk kasus BIZNET, sudah disepakati kontrak kerjasama dan sudah difollow up lebih teknis oleh Departemen Humas. Namun, di tengah jalan terjadi missed communication oleh pihak BIZNET dan Humas. Pada akhirnya, pihak BIZNET menyatakan bahwa pihaknya yang salah dalam kasus ini sehingga acara launching tersebut gagal terlaksana. Kedua, untuk kasus Swaragama sebenarnya sudah disepakati kerjasama dengan BEM KMFT melalui Menko Eksternal. Namun, missed communication terjadi ketika di tengah jalan ketika penawaran tempat pelaksanaan acara dari pihak BEM KMFT tidak mendapatkan respon dari Swaragama. Tiga hari kemudian, H-2 acara, pihak Swaragama merespon tempat yang diinginkan untuk melaksanakan acara. Dikarenakan terlalu mendadak dan tidak memungkinkan untuk peminjaman tempat acara, maka kerjasama kemudian dibatalkan oleh pihak BEM KMFT.

Rekomendasi ke depan atas kegagalan pada penyelenggaraan kerjasama ini adalah adanya teknis perjanjian yang jelas antara kedua pihak. Tambahan lain yang paling penting adalah menjalin komunikasi yang baik dan bisa dimengerti secara universal antara kedua pihak, sehingga tidak menimbulkan ambigu dan bias dalam penafsiran kata-kata yang dimaksudkan. Harapan ke depan, kerjasama antara kedua institusi ini bisa berjalan kembali dengan baik, sehingga keinginan bersama untuk dapat bersama-sama membangun sinergitas untuk perbaikan bisa terlaksana dengan baik.

Dalam hal pengawalan beberapa isu strategis, Menko Eksternal ikut terlibat dalam tataran umum dan menjadi pemantik isu sehingga dapat difollow up oleh Departemen Kastrat dan lainnya. Tidak hanya bersama Kastrat dan isu eksternal, beberapa isu internal juga pernah dibahas oleh Menko Eksternal antara lain evaluasi sistem KIK dan juga tentang pemilihan Rektor UGM 2012. Pada pembahasan isu internal ini, Menko Eksternal bekerjasama dengan Departemen Advokasi BEM KMFT dan juga BEM se-UGM.

Dalam upaya pengawalan dan memunculkan isu eksternal, Menko Eksternal selalu berusaha menjadi garda terdepan kemudian memantik isu agar hangat di BEM KMFT, setelah itu, isu diserahkan ke Departemen terkait untuk dikaji. Namun, sejauh ini beberapa isu yang dilontarkan tidak mendapatkan sambutan dan follow up dari Departemen, seperti kasus konflik penambangan pasir  di Kulon Progo. Ketika itu mungkin Departemen Kastrat atau yang lain sedang fokus pada isu lainnya, sehingga isu penambangan pasir ini tidak terakomodasi.

Terdapat beberapa yang menjadi kekurangan dari Menko Eksternal 2012, yang semoga tahun depan bisa diperbaiki lagi yaitu masalah perluasan jaringan. Menko Eksternal 2012 masih memiliki jaringan yang sempit dan tingkatannya belum mampu melingkupi wilayah nasional, sehingga dalam hubungan dengan gerakan mahasiswa masih dalam tataran kampus saja. Beberapa acara departemen pun yang membutuhkan pembicara kelas nasional juga masih belum bisa diakomodasi oleh Menko Eksternal, karena keterbatasannya. Ketika dibandingkan dengan kinerja Menko Eksternal 2011, maka akan didapatkan ketimpangan pada sisi kerjasama eksternal dengan lembaga luar kampus yang memang banyak dilakukan tahun lalu dimana Menko Eksternal tahun lalu memiliki jaringan eksternal yang lebih luas.

Perluasan jaringan dan hubungan BEM KMFT di bawah Menko Eksternal 2012 bisa dikatakan masih bersifat pasif. Artinya, ketika kesempatan datang untuk bekerjasama, maka itulah yang diambil dan ditindaklanjuti. Namun, di sisi lain peran aktif lembaga untuk memperluas hubungan ke luar, masih belum terlaksana di bawah Menko Eksternal 2012. Oleh karena itu, rekomendasi ke depan seorang Menko Eksternal harus mampu memperluas jaringan gerakan BEM KMFT terutama kepada lembaga-lembaga pergerakan mahasiswa baik skala regional dan nasional. Karena jaringan pergerakan akan sangat banyak manfaatnya untuk menunjang perkembangan lembaga menjadi lebih baik lagi.

Dalam hal penguatan jaringan alumni, periode 2012 masih belum berjalan dengan baik oleh Menko Eksternal. Penyelenggaraan acara halal bi halal dengan alumni, hanya dihadiri kurang lebih 8 alumni saja dari angkatan 2007, 2008 dan 2009. Kegiatan ini hanya menghasilkan masukan-masukan untuk BEM KMFT ke depan, dan juga koordinator angkatan 2009. Acara ini masih didesain sama dengan tahun lalu, dan belum ada tambahan perbaikan. Untuk penyusunan database alumni sendiri saat ini sudah disusun Departemen Humas, namun hingga saat ini saya masih belum menerima laporannya.

Dalam hal pengawasan dan koordinasi kinerja departemen lini eksternal, berikut merupakan evaluasi dari sudut pandang Menko Eksternal secara umum,

  1. Departemen Kajian Strategis

Sebagai orang yang juga pernah aktif dalam departemen ini, saya memandang ada pola internal yang berbeda pada Kastrat 2012. Pola pembagian departemen ke dalam empat bidang keilmuan untuk pengawalan isu saya rasa merupakan terobosan yang bagus untuk langkah gerak ke depan. Ditunjang dengan sumber daya manusia yang handal dan memiliki daya analisis yang tinggi, Kastrat kemudian berkembang menjadi core diskusi keilmuan dan isu strategis di BEM KMFT. Beberapa kajian yang diselenggarakan oleh Kastrat juga mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya, yaitu pengkajian yang lebih mendetail pada data-data dan angka yang disajikan. Sehingga, kesimpulan yang didapatkan di akhir kajian akan lebih memiliki bobot ilmiah dan lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Evaluasi untuk Kastrat untuk kinerja adalah pada tugas menghidupkan kultur ilmiah di BEM, masih belum terlihat. Dua hal yang menjadi parameter adalah turunnya intensitas kajian dan menulis di Kastrat. Budaya menulis terlihat surut pada kepengurusan Kastrat tahun ini dimana hanya tercatat 5 kali terbit tulisan di notes facebook. Menulis sebuah artikel seharusnya menjadi sebuah ujung tombak bagi Kastrat sehingga materi yang dijadikan objek kajian dapat tersampaikan ke publik yang lebih luas. Semoga tahun depan Kastrat menjadi lebih baik lagi dan mampu mewujudkan visi untuk menghidupkan budaya ilmiah di BEM KMFT ini. Salam Strategis !

  1. Departemen Sosial Masyarakat

Secara umum, kinerja Departemen Sosmas pada periode ini bagus. Mulai dari semangat gerakan kolektif anggotanya, kultur kekeluargaan yang senantiasa terjaga dan juga intensitas pertemuan yang sering dilakukan dalam mengajar di panti asuhan misalnya, merupakan satu chemistry tersendiri untuk menghasilkan kerja departemen yang produktif. Di bawah arahan Kadep yang perhatian dan pengertian pada anggotanya ini kemudian terbangun pola komunikasi internal departemen yang baik.

Dalam tataran program kerja yang dilaksanakan, ada beberapa hal yang mungkin harus diperbaiki, seperti pola pengawalan Desa Ngampon sebagai desa binaan Sosmas. Perlu kesabaran memang dalam menghadapi masyarakat, sehingga hasil perbaikan yang diinginkan akan tercapai. Pelajaran tentang gagalnya program hortikultura saya rasa akan menjadi pelajaran berharga bagi Sosmas untuk bisa lebih baik ke depan. Berikutnya, saya ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk acara EIC yang sukses terlaksana di tahun 2012. Acara yang memang sukses terlaksana oleh keringat dan kerja keras seluruh elemen Sosmas, LPKTA dan Cendekia Teknika. Pada periode ke depan, harapannya Sosmas akan menjadi lebih baik lagi, dan mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia. Peduli, Berbagi dan Selalu di Hati !

  1. Departemen Hubungan Masyarakat

Selama periode kepengurusan, Departemen Humas bekerja dengan sangat fleksibel dan dinamis. Dari kacamata luar departemen, saya mengetahui kultur kekeluargaan yang sangat erat di Humas. Dengan karakter Kadep yang supel dan ramah dalam bergaul, serta selalu update trend pergaulan masa kini, maka Humas kemudian menjadi departemen yang fleksibel dan modern di BEM KMFT. Beberapa poin evaluasi untuk Humas adalah pada penjagaan anggota, dimana beberapa anggota mulai tidak aktif dan menghilang. Hanya beberapa orang saja yang terlihat menikmati kekeluargaan dalam departemen. Sebaiknya, perlu ada divisi tersendiri dalam tubuh Humas yang memegang peranan sebagai PSDM internal untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan anggota Humas sendiri.

Beberapa agenda program kerja Humas juga terlaksana sukses, seperti Sosialisasi Beasiswa pada bulan November. Acara ini banyak mengundang minat bagi mahasiswa baik Teknik maupun luar Teknik ataupun UGM. Kesuksesan ini merupakan buah dari kerja keras dan semangat dari anggota Humas. Beberapa kerja Humas lainnya yang layak mendapatkan apresiasi adalah usaha dari anggota Humas untuk bisa membantu departemen lain yang membutuhkan sponsor dan pembicara tingkat nasional. Hal ini merupakan bentuk sinergitas kerja yang ditunjukkan Humas kepada departemen BEM yang lainnya. Semoga ke depan Humas akan menjadi lebih baik lagi dan mampu meningkatkan hubungan luar BEM KMFT dengan institusi ataupun perusahaan. Cross my words !

Berdasarkan beberapa evaluasi di atas, maka ada beberapa masukan untuk Menko Eksternal berikutnya demi BEM KMFT ke depan yang lebih baik lagi,

  1. Menko Eksternal merupakan jabatan politis yang fungsinya adalah melebarkan sayap gerakan BEM KMFT UGM lebih luas lagi, sampai menyentuh ranah nasional, dan bahkan internasional. Fungsi melebarkan jaringan ini lebih ditekankan pada pergerakan lembaga mahasiswa dan bukan pada institusi ataupun perusahaan yang ingin bekerjasama dengan BEM KMFT, karena fungsi itu akan lebih cocok untuk Departemen Humas.
  2. Perlu adanya targetting yang jelas dan spesifik seorang Menko Eksternal pada awal kepengurusan yang bisa didiskusikan bersama Ketua Umum sehingga arahan kerjanya selama periode kepengurusan akan lebih tertata rapi.
  3. Seorang Menko Eksternal perlu menjadi mitra strategis Departemen Humas BEM KMFT untuk bersama mengembangkan dan menjaga jaringan Alumni BEM KMFT melalui sebuah database dan pola hubungan komunikasi yang baik.
  4. Ada satu pekerjaan yang belum terselesaikan sampai akhir kepengurusan, yaitu pembuatan roadmap gerakan BEM KMFT dari masa ke masa. Baru terpikirkan pada pertengahan periode kepengurusan, dan sampai akhir kepengurusan ini tidak sempat dikerjakan. Periode ke depan, sebagai rekomendasi mungkin roadmap ini dapat dibuat oleh Menko Eksternal berikutnya yang bermanfaat bagi BEM KMFT untuk belajar pada sejarah. Target lebih jauhnya akan lebih membuat gerakan BEM KMFT dinamis dan terus mengalami pembaharuan.
  5. Bersama Ketua Umum, dan Menko Internal, perlu untuk terus memberikan masukan, bimbingan dan transfer ilmu ke para Kadep sehingga proses kaderisasi BEM KMFT tidak akan terputus.
  6. Seorang Menko Eksternal tidak hanya menjadi backup pasif Ketua Umum, tapi juga harus berperan aktif memberikan masukan, dan terobosan baru kepada Ketua Umum sehingga gerak BEM KMFT akan lebih dinamis dan berwarna.
  7. Seorang Menko Eksternal adalah lini kedua atau ketiga Ketua Umum. Bisa disebut juga sebagai Ketua Umum kedua atau ketiga. Pada dasarnya, ketiganya harus senantiasa sinergis, bergerak harmonis, dan saling melengkapi. Tidak perlu saling mencari eksistensi masing-masing, dan yang paling penting dicari adalah eksistensi kelembagaan untuk bisa memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

 

VI. PENUTUP

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, maka demikianlah laporan pertanggungjawaban Menko Eksternal ini saya buat dengan penuh rasa kejujuran dan tanggung jawab. Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan dan masukan kepada saya selama kepengurusan ini sehingga bersama dapat membangun BEM KMFT ini menjadi lebih baik. Permintaan maaf sebesar-besarnya atas segala yang mengecewakan, terutama atas kinerja saya, ucapan dan perbuatan yang menyinggung atau tidak berkenan di hati. Semoga seluruh pekerjaan yang pernah saya lakukan di sini ada manfaatnya untuk kebaikan bagi BEM KMFT, Fakultas Teknik, UGM dan Indonesia. Adanya kebaikan itu datangnya dari Allah SWT., dan segala kekurangan datangnya dari saya pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s