LPJ Menko Eksternal BEM KMFT UGM 2012 [Idealita dan Realita]

II. IDEALITA

Menteri Koordinator Kebijakan Eksternal BEM KMFT UGM 2012, Kabinet Sinergis Kontributif adalah jabatan politis, dan bukan merupakan jabatan teknis. Jabatan politis yang dimaksud adalah lebih menekankan pada pola kebijakan, peranan lobi dan negosiasi, dan strategi untuk menunjang gerakan BEM KMFT UGM yang lebih progresif di eksternal kelembagaan. Selain itu, berdasarkan visi BEM KMFT 2012 yang menekankan sinergitas gerakan mahasiswa, maka Menko Eksternal merupakan ujung tombak BEM KMFT untuk menjalin sinergitas gerak dengan lembaga mahasiswa di luar Fakultas Teknik seperti BEM/LEM/LM/DEMA Fakultas, dan juga BEM KM UGM. Sesuai dengan amanah yang disampaikan Ketua Umum pada awal periode kepengurusan, tugas Menko Eksternal adalah menjalin hubungan yang harmonis dengan lembaga lain di luar Fakultas Teknik.

Seorang Menko Eksternal bersama Menko Internal adalah tempat untuk berbagi dan bahan pertimbangan Ketua Umum dalam mengambil keputusan kelembagaan di BEM KMFT. Dalam sistem kelembagaan BEM KMFT 2012, sesuai kesepakatan bersama, segala keputusan yang dikeluarkan lembaga harus melalui proses musyawarah, dan minimal dilakukan oleh Ketua Umum bersama Menteri Koordinator, dan tidak bisa hanya diputuskan sepihak oleh Ketua Umum.

Peran sebagai backup Ketua Umum di luar Fakultas dilakukan oleh Menko Eksternal sebagai kepanjangan tangan Ketua Umum. Seorang Menko Eksternal bersama Ketua Umum harus saling melengkapi dan berbagi tugas terkait kebijakan maupun hubungan bidang eksternal lembaga. Maka, setiap saat Menko Eksternal harus siap untuk menggantikan peran Ketua Umum di luar Fakultas Teknik ketika Ketua Umum sedang berhalangan.

Peranan Menko Eksternal pada tahun 2012 ini berbeda dengan tahun 2011, dan dikembalikan lagi seperti fungsi tahun 2010. Menko Eksternal 2012 adalah sebagai koordinator lembaga BEM KMFT bidang eksternal. Lembaga yang ada di bagian eksternal adalah Departemen Sosial Masyarakat (Sosmas), Kajian Strategis (Kastrat) dan Hubungan Masyarakat (Humas). Idealnya, Menko Eksternal mengkoordinasikan ketiga lembaga ini agar bisa bersinergi membangun gerakan bersama di lini eksternal untuk mewujudkan visi BEM KMFT 2012. Selain itu, peran Menko Eksternal sebagai bahan pertimbangan, tempat diskusi, dan curahan hati bagi ketiga lembaga eksternal tersebut untuk menyusun arahan gerak ke depan dan juga untuk membangun kekuatan kultural dalam tubuh lembaga.

 

III. PROGRAM KERJA TAHUN 2012

Arahan kerja Menko Eksternal 2012 mengacu pada arah gerak BEM KMFT 2012 yang tertuang dalam  Visi dan Misi Ketua Umum BEM KMFT UGM 2012. Berdasarkan pada misi yang dibawa BEM KMFT 2012, Menko Kebijakan Eksternal menjalankan misi pokok poin 2 dan 6, yaitu,

Misi no. 2     : Mensinergiskan elemen dalam BEM KMFT UGM pada setiap pengawalan dan advokasi isu baik lokal maupun nasional

Misi no. 6     : Meningkatkan hubungan baik dengan lembaga mahasiswa di tingkat fakultas, universitas maupun nasional

Selanjutnya, misi di atas akan dieksekusi di lapangan bersama Departemen lini Eksternal yaitu Departemen Kajian Strategis, Departemen Sosial Masyarakat, Departemen Hubungan Masyarakat.

Rancangan program kerja dan peran Menko Kebijakan Eksternal 2012 yang telah disusun pada awal periode adalah sebagai berikut,

  1. Perwakilan dan juru bicara Ketua Umum BEM KMFT UGM di luar Fakultas Teknik
  2. Koordinasi dan membentuk sinergitas Departemen Eksternal, Humas-Kastrat-Sosmas
  3. Pernyataan sikap kebijakan eksternal Fakultas Teknik
  4. Memberikan terobosan baru terkait gerakan eksternal yang dikonstruksi BEM KMFT
  5. Forum Alumni BEM KMFT UGM (melanjutkan program Menko Eksternal 2011)
  6. Kunjungan silaturahim ke lembaga eksekutif fakultas di luar Teknik (melanjutkan program Menko Eksternal 2011)
  7. Menulis kolom harian media untuk penyikapan eksternal lembaga BEM KMFT UGM
  8. Membentuk tim ad hoc dan strategi terkait isu kebijakan eksternal maupun internal Fakultas Teknik (atas izin Menko Internal dan Ketua Umum)
  9. Forum ketua lembaga eksekutif UGM (BEM/LEM/LM/DEMA Fakultas dan BEM KM UGM) untuk membahas strategi dan taktik gerakan (stratak) dan juga agenda kultural lainnya
  10. Mengikuti kegiatan acara lembaga mahasiswa di luar Fakultas Teknik sebagai perwakilan BEM KMFT UGM
  11. Penyusunan dan perapian database alumni BEM KMFT UGM (dengan Departemen Humas)

 

IV. REALISASI PELAKSANAAN PROGRAM

4.1. Pelaksanaan dan Peranan Secara Umum

Pada dasarnya, ketika awal kepengurusan BEM KMFT 2012, tidak ada proker spesifik yang diamanahkan kepada Menko Eksternal. Ketua Umum memberikan tugas yaitu menjalin hubungan baik dengan lembaga lain di luar Fakultas Teknik, yaitu BEM/LEM/LM/DEMA Fakultas dan juga BEM KM UGM. Realita pelaksanaannya sejauh ini, hubungan eksternal dengan keduanya berjalan dengan baik dan sinergis. Beberapa kali hubungan saling sinergis antar fakultas terbentuk dan tertuang dalam pengawalan isu yang diampu Kastrat, seperti isu kenaikan BBM dan lainnya. Selain itu, hubungan baik lainnya yang terjalin adalah dengan adanya kunjungan kelembagaan yang dilakukan lembaga luar ke Fakultas Teknik, khususnya ke BEM KMFT. Kunjungan ini menambah erat hubungan antara lembaga tersebut dengan BEM KMFT sendiri. Namun, dalam kepengurusan 2012 ini tidak ada kunjungan yang dilakukan BEM KMFT ke luar Fakultas Teknik.

Menko Eksternal sebagai seorang kawan pertimbangan Ketua Umum, bersama Menko Internal pada awal kepengurusan merancang sebuah rencana strategis (renstra) BEM KMFT selama lima tahun ke depan. Pembuatan renstra ini melibatkan kepala departemen dan seluruh pengurus harian BEM KMFT 2012. Namun, ketika renstra ini belum sampai tertuliskan, terbentur oleh beberapa hal yang mengalihkan peranan menko dan Ketua Umum. Salah satunya adalah pengawalan kasus masuknya perusahaan rokok di Fakultas Teknik.

Masuknya salah satu perusahaan rokok di Fakultas Teknik ini banyak menimbulkan pro kontra di mata mahasiswa Teknik sendiri. Perusahaan rokok masuk melalui mekanisme rehabilitasi Perpustakaan Teknik dimana perusahaan tersebut menjadi sponsor utama program. Pengawalan isu ini melibatkan Menko Internal dan Eksternal serta Ketua Umum langsung turun ke lapangan bersama Departemen Advokasi. Hasilnya, sampai saat ini BEM KMFT masih menyatakan diri sebagai oposisi selama masih ada sponsor rokok terpampang di Fakultas. Pada akhirnya, “perlawanan” ini berhenti ketika ada jaminan dari Dekanat Teknik akan memberikan tindakan. Selanjutnya, isu ini akan dikawal oleh Departemen Advokasi.

Berikutnya, dinamika kelembagaan mahasiswa UGM dan  nasional menjadi semakin “panas” menyusul adanya pandangan Fakultas yang menilai adanya penurunan dan lambatnya kinerja BEM KM UGM 2012 dalam pengawalan isu. Panasnya kondisi ini mencapai puncaknya ketika BEM KM UGM keluar dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) pada bulan Feburari. Pada akhirnya, ketua lembaga BEM/LEM/LM/DEMA Fakultas se-UGM menyatakan mendirikan Aliansi BEM Fakultas se-UGM dan tetap bersama dengan Aliansi BEM SI. Dalam Aliansi baru yang terbentuk antar Fakultas ini, BEM KMFT berperan sebagai koordinator umum, yang dipimpin Ketua Umum. Menko Eksternal dalam aliansi ini berperan sebagai backup dan support untuk bahan pertimbangan kebijakan Ketua Umum.

Isu yang panas berikutnya adalah pemilihan Rektor UGM periode 2012-2017. Beberapa konsolidasi untuk menyusun strategi gerakan dilakukan serentak oleh BEM/LEM/LM/DEMA Fakultas se-UGM bersama BEM KM UGM yang pada akhirnya melahirkan “8 Cita untuk Gadjah Mada”. Petisi ini kemudian dijadikan landasan untuk gerak BEM/LEM/LM/DEMA se-UGM untuk memberikan tuntutan kepada Rektor UGM yang baru demi UGM dan Indonesia ke depan yang lebih baik.

Tahun 2012 selain banyak isu yang berkembang di dalam kampus UGM, setumpuk isu strategis nasional juga berkembang. Dalam koordinasi kerja berikutnya, pengawalan dan tindak lanjut isu strategis nasional akan dihandle oleh Departemen Kajian Strategis (Kastrat). Tahun ini, isu nasional yang berkembang adalah rencana kenaikan harga BBM dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT). Kedua isu inilah yang kemudian menjadi pokok bahasan Kastrat selama kepengurusan. Pada akhirnya, melalui eskalasi gerakan mahasiswa lokal dan nasional, kenaikan harga BBM tidak jadi dilaksanakan pada tahun 2012 ini. Pada isu ini BEM KMFT mengeluarkan pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Kastrat. Sedangkan untuk pengawalan RUU PT sendiri, dilakukan Kastrat bersama Kementerian Kastrat dan Kebijakan BEM KM UGM yang pada akhirnya RUU PT sendiri disahkan menjadi UU PT pada bulan Juli. Isu UU PT ini ke depan dijadikan sebagai isu bersama yang akan dikawal sampai target pada Uji Materi dan Judicial Review.

Kinerja Menko Eksternal sempat mengalami penurunan ketika harus berbagi dengan program akademik KKN PPM UGM dimana saat itu menjabat sebagai Koordinator Unit. Waktu yang seharusnya dialokasikan untuk BEM, kemudian menjadi teralokasikan ke kegiatan KKN. Namun, secara keseluruhan antara keduanya masih berjalan lancar dan tidak ada missing dan hal fatal yang terjadi. Namun, beberapa hal dari KKN PPM ini banyak memberikan pelajaran penting yang bisa ditularkan ke lembaga. Beberapa hal tentang pengabdian masyarakat dapat ditransfer ke Departemen Sosmas untuk menjalin hubungan sosial dan desa binaan. Selain itu, ibarat menyelam sambil minum air, amanah sebagai Menko Eksternal dalam mengembangkan jaringan eksternal melalui KKN PPM ini pun tercapai. Target BEM KMFT 2012 mendapatkan link ke kementerian strategis negara didapatkan ketika KKN PPM ini, yang notabene merupakan KKN PPM proyek tematik energi terbarukan, yaitu dengan Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, sejauh ini, kedua link kementerian negara strategis ini belum dimanfaatkan oleh BEM KMFT untuk bergerak.

Kinerja Menko Eksternal mengalami vakum ketika bulan Juli-Agustus, dikarenakan kegiatan KKN PPM UGM 9 Juli-15 Agustus 2012. Selama melaksanakan KKN, tugas Menko Eksternal digantikan oleh peranan tiga Kadep, yaitu Kadep Humas, Kastrat, dan Sosmas. Saat ditinggalkan KKN PPM, kondisi BEM KMFT sedang tidak terlalu banyak kegiatan karena memang waktu itu adalah libur akademik. Kegiatan yang berlangsung waktu itu adalah PPSMB Fakultas dan koordinasi PPSMB Universitas. Beberapa kali ketika periode KKN PPM, Menko Eksternal juga masih melakukan monitoring ke sekretariat dan berdiskusi dengan Ketua Umum terkait kondisi terbaru BEM KMFT. Satu hal yang sempat missed dari pengawalan ketika ditinggal KKN PPM waktu itu adalah pengawalan RUU PT yang sampai disahkan menjadi UU PT pada bulan Juli.

Menko Eksternal kembali aktif pasca liburan Idul Fitri dan kembali mendampingi ketua Umum dalam melaksanakan tugasnya. Mulai pada rekrutmen BEM KMFT 2012, diamanahkan sebagai pemantik semangat mahasiswa baru supaya aktif berorganisasi, sampai pada sekolah kaderisasi BEM. Selama bulan-bulan awal, peranan Menko Eksternal lebih kepada sarana diskusi kader, staf dan juga PH Departemen tentang BEM itu sendiri, bagaimana sejarah BEM, pergerakan mahasiswa dan sebagainya.

Kondisi hubungan eksternal saat bulan September ini masih kosong dan belum ada agenda apapun. Direncanakan akan ada kunjungan silaturrahim dan halal bi halal ke beberapa BEM Fakultas di UGM, namun karena padatnya jadwal PH pada bulan ini, maka kunjungan ini pun tidak jadi dilaksanakan, bahkan sampai akhir kepengurusan ini. Semoga kepengurusan berikutnya dapat dilanjutkan untuk lebih mempererat hubungan dengan BEM/LEM/LM/DEMA Fakultas lain di luar Teknik.

Dalam hal koordinasi ke Departemen, beberapa kali dilakukan seperti rapat departemen lini eksternal, Kastrat Humas dan Sosmas yang isinya membahas update departemen dan prokernya. Rapat ini hanya terlaksana 2 kali selama kepengurusan. Selain itu, bentuk koordinasi juga dilaksanakan bersama dengan Menko Internal untuk melakukan evaluasi kinerja departemen. Beberapa metodenya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh staf BEM minus Kadep nya, dan juga melalui kuesioner yang diberikan ke Kadep. Hasil dari evaluasi ini kemudian difollow up di rapat PH BEM kepada masing-masing Kadep.

Pada pertengahan kepengurusan, ada pembagian wilayah kerja eksternal antara Menko Eksternal dengan Ketua Umum. Menko Eksternal diberikan amanah untuk berada di wilayah UGM sebelah timur Jalan Kaliurang yang meliputi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Ilmu Budaya, Ilmu Sosial dan Politik, Hukum, dan lain-lain termasuk BEM KM UGM. Sedangkan Ketua Umum memiliki wilayah bagian barat Jalan Kaliurang yang meliputi Fakultas MIPA, Biologi, Geografi, dan Kluster Kesehatan.

Secara keseluruhan, gerak yang dilaksanakan Menko Eksternal sejalan dengan Ketua Umum dan juga visi misi BEM KMFT 2012. Meskipun perbedaan pendapat beberapa kali terjadi pada penyikapan isu, ataupun kebijakan dengan Ketua Umum, namun pada akhir diskusi selalu dicapai kata sepakat. Ketika kesepakatan tidak terjadi, maka yang ada adalah gerakan bersama, saling sinergis, dan saling mendukung untuk kebaikan. Karena memang, antara Menko Eksternal dan Ketua Umum pada dasarnya memiliki background pemikiran yang hampir sama, namun berbeda dalam hal karakter, dan ekspresi saja. Sehingga sampai pada akhir kepengurusan antara Menko Eksternal dan Ketua Umum terjalin sinergitas gerak dan saling melengkapi satu sama lain.

4.2. Pelaksanaan Secara Spesifik Program Kerja

Secara rinci, karena memang Menko Eksternal tidak memiliki program kerja yang tetap pada awal kepengurusan, maka sebagian besar program yang berjalan adalah dikerjakan bersama lembaga lainnya, baik di dalam maupun luar BEM KMFT. Serta program lain dilaksanakan secara insidental. Berikut merupakan rincian program yang dilaksanakan,

Koordinasi dan Monitoring dalam tubuh BEM KMFT

1

Koordinasi awal pembentukan program kerja ke depan bersama Kadep Kastrat, Humas, Sosmas (Februari)

2

Bersama Ketua Umum dan Menko Internal menyusun rencana strategis BEM KMFT lima tahun ke depan (Februari)

3

Bersama Ketua Umum dan Menko Internal mengadakan evaluasi bersama staf Departemen tanpa Kadep di lapangan Satu Bumi (Maret)

4

Forum bersama antara PH BEM KMFT 2012 dengan PH BEM KMFT 2011 untuk sharing, diskusi dan masukan untuk BEM KMFT ke depan yang lebih baik (April)

5

Koordinasi dan evaluasi dengan Kadep Kastrat, Humas dan Sosmas menjelang pertengahan kepengurusan (Mei)

6

Bersama Menko Internal membuat form isian evaluasi agenda departemen lini internal dan eksternal, yaitu Kastrat, Humas, Sosmas, Advokasi, MIT, TD dan OASE (Juni)

7

Bersama Menko Internal, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum menyelenggarakan wokshop kelembagaan KMFT untuk departemen BEM dan BSO KMFT (November)

Pengawalan isu Strategis

1

Bersama Ketua Umum dan Menko Internal, turun langsung mengawal isu masuknya perusahaan rokok sebagai sponsor utama rehab perpustakaan Fakultas Teknik (Februari)

2

Bersama Ketua BEM/LEM/LM/DEMA se-UGM lainnya sebagai pokok pertimbangan gerakan mahasiswa se-UGM dalam pengawalan isu Pemilihan Rektor UGM (Februari)

3

Bersama BEM/LEM/LM/DEMA se-UGM membahas isu kenaikan harga BBM, yang difollow up oleh Departemen Kastrat (Maret)

4

Bersama Ketua Umum dan Menko Internal mengadakan refleksi kebangkitan nasional seluruh kader BEM KMFT di lapangan GSP UGM (Mei)

5

Membantu Departemen Advokasi untuk memunculkan wacana dan pengkajian isu KIK dan Penataan Kampus UGM atas izin Menko Internal dan Ketua BEM (September)

6

Rapat Koordinasi dengan Kementerian Eksternal BEM KM UGM terkait teknis pengawalan isu eksternal. Isu yang akan dibawa selama akhir kepengurusan adalah, Pengumpulan bahan untuk uji materil UU PT, penyikapan terhadap kenaikan TDL. Dilanjutkan koordinasi pembagian isu dengan Departemen Kastrat (September)

Agenda Eksternal

1

Rapat ketua lembaga mahasiswa BEM/LEM/LM/DEMA se-UGM di BEM KM UGM untuk tahap awal pemilihan Rektor UGM (Februari)

2

Menghadiri agenda launching Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) di Fisipol UGM (Februari)

3

Rapat ketua lembaga mahasiswa UGM membahas kebijakan kenaikan harga BBM. Tindak lanjut dari pengawalan isu ini dipegang Departemen Kastrat (Maret)

4

Rapat ketua lembaga mahasiswa UGM di BEM KM UGM membahas rancangan bulan Mei sebagai bulan kedaulatan Indonesia. Tindak lanjut dilaksanakan Departemen Kastrat BEM KMFT UGM (April)

5

Perwakilan BEM KMFT UGM dalam diskusi BPPM Balairung tentang audit BPK di UGM (Mei)

6

Perwakilan BEM KMFT UGM dalam rapat ketua lembaga mahasiswa UGM di BEM KM UGM tentang pelaksanaan PPSMB universitas (Mei)

7

Hadir dalam seminar nasional undangan BEM Fakultas Peternakan UGM sebagai perwakilan BEM KMFT UGM (Juni)

8

Rapat ketua lembaga mahasiswa UGM membahas tindak lanjut pengawalan Rektor baru UGM untuk implementasi perjanjian dengan mahasiswa dalam kebijakan umum UGM yang dibahas dalam rapat pleno dengan MWA pada 9 Juni 2012. Dalam agenda ini, melibatkan Departemen Kastrat, Advokasi dan Media Informasi Teknik (Juni)

9

Mendapatkan data di BPS Propinsi DIY tentang desa-desa tertinggal di DIY untuk keperluan program kerja Gerakan Teknik Mengajar yang akan disusun ke depan (September)

Agenda Aksi

1

Menghadiri aksi simpatik BEM KM UGM untuk menolak RUU PT di bundaran UGM (Maret)

2

Menghadiri aksi simpatik tolak kenaikan harga BBM bersama Aliansi BEM Fakultas UGM dan BEM SI (Maret)

3

Menghadiri aksi simpatik pelantikan Rektor UGM (Mei)

4

Menghadiri aksi simpatik Save KPK saat berkembangan isu pelemahan KPK oleh Polri (Oktober)

5

Menghadiri aksi pelantikan Dekan se-UGM di Rektorat (Oktober)

6

Menghadiri aksi simpatik 3 tahun Pemerintahan SBY-Boediono (Oktober)

Sebagai backup Ketua Umum

1

Mewakili Ketua Umum menjadi pembicara dalam agenda Recruitment Limited Edition BEM KMFT UGM 2012 oleh Departemen PSDM (Mei)

2

Menjadi moderator dalam Seminar Kepemudaan Techfest 2012 oleh Departemen OASE dan Advokasi (Mei)

3

Menjadi fasilitator dalam FGD Sekolah Kaderisasi BEM KMFT UGM 2012 sekaligus pengawasan pelaksanaan Sekolah Kaderisasi (September)

Relasi dan Partnership

1

Kesepakatan partnership dengan BIZNET, provider internet dari Jakarta yang akan melakukan launching di Yogyakarta. Agenda ini ditindaklanjut Departemen Humas BEM KMFT. Namun, acara ini gagal terlaksana karena adanya missed communication dari pihak BIZNET sendiri (Mei)

2

Kesepakatan partnership dengan Swaragama untuk membuat acara workshop dan audisi penyiar Swaragama di FT UGM. Acara ini pun gagal terlaksana kembali karena missed communication dari pihak Swaragama (Mei)

3

Partnership dengan Republika Jogja untuk mengisi kolom di halaman Jogjakarta-Jateng (Mei)

4

Ketika melaksanakan kegiatan akademik dan proyek KKN PPM UGM, mendapatkan link kerjasama dengan Kementerian RISTEK, dan Kementerian ESDM RI. Bisa difollow up untuk kerjasama BEM KMFT ke depan (Juli)

5

Membantu Departemen MIT untuk berhubungan dengan Republika DIY dalam rangka mengadakan permohonan kerjasama kegiatan Republika On Line to Campus (ROL to Campus). Sekaligus berikutnya adalah pembuatan proposal kegiatan. (September)

Agenda Alumni BEM KMFT

1

Agenda forum alumni BEM KMFT UGM, yang dikemas bersama Biro KRT BEM dalam acara syawalan keluarga besar BEM KMFT UGM dari generasi ke generasi (September)

Release dan Pernyataan Sikap Menko Eksternal Terkait Isu Strategis

1

“CSR: Kamuflase Untuk Mengukuhkan Supremasi Sosial Perusahaan?”

Pengawalan isu rehab Perpustakaan FT UGM yang ditunggangi perusahaan rokok. (Februari)

2

Pernyataan Sikap BEM KMFT UGM terkait masuknya perusahaan rokok ke dalam institusi kampus. Dikerjakan bersama Ketua Umum, Menko Internal dan Departemen Advokasi. (Februari)

3

“Sajak Retorika Mahasiswa Untuk Gadjah Mada”

Dalam rangka pelantikan Rektor UGM 2012-2017 (Mei)

4

“Quo Vadis Migas Indonesia Pasca Pembubaran BP Migas”

Penyikapan tentang putusan Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan BP Migas (November)

 

to be continue… [Evaluasi dan Rekomendasi]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s